PENGALAMAN KULIAHKU (Part 1)

 

Namaku Asep, lengkapnya Asep Saepudin. Panggilanku Ence. Entah apa alasannya aku dipanggil Ence?, padahal tidak  ada hubungannya dengan nama besarku Asep Saepudin (yang kata ibuku itu nama ningrat di Sunda). Entahlah….yang pasti, pada masa aku kuliah, namaku itu termasuk nama kampungan, nama yang tidak popular seperti Andi, Indra, Fadli atau Kemal. Terkadang aku merasa malu dengan nama tersebut. Tapi, ya itulah nama, apalah arti dari sebuah nama kata orang. Namun, nama itu adalah doa Orang tua untuk kita. Orang tuaku berharap ketika aku besar, aku bisa menjadi pedang agama alias pendakwah, yang diambil dari kata Saepudin, padahal harusnya Saifudin (dalam Bahasa arab), eh ternyata sekarang aku menjadi seorang guru, semoga terjawab yah doanya bundaku yang solehah di alam sana.

Waktu aku kuliah, aku pernah berkenalan dengan seorang perempuan. Aku berkenalan dengan nama sebenarnya yaitu Asep, mereka langsung tertawa. Saya bilang, “kenapa tertawa?”, dan dijawab oleh mereka  “Abis orang sekeren lu ko (Ge-er gue),  namanya kampungan banget”. Sejak saat itu aku ganti nama kenalanku menjadi Andi. Heheh…maklum lagi cari jati diri, walaupun telat.

Aku kuliah di IKIP Jakarta. Sebuah Institute yang mencetak calon guru. Saat ini sudah berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta atau disingkat UNJ. Aku ambil jurusan PPKn,  Fakultas IPS. Nama sebelumnya adalah Civics Hukum, keren nama jurusannya, entah kenapa berubah  jadi jurusan PPKn. Mungkin karena mengikuti tuntutan kurikulum yang membutuhkan guru PPKn untuk sekolah.

Pertama kali ke  Jakarta, aku merasa bingung karena aku berasal dari keluarga yang tidak mampu. Waktu itu, keluargaku hanya membekaliku uang 10 ribu untuk satu bulan. Aku tinggal menumpang dirumah kakakku yang menikah sama orang Jakarta. Ada perasaan takut karena belum kenal Jakarta seperti apa?, Bagaimana pergaulan di sana?, Bisa tidak teman temanku menerima aku?, dan berjuta pertanyaan lainnya di benakku. Tapi dengan doa semua orang kampung dan kenekadanku, akupun berangkat ke Jakarta untuk kuliah.

Aku datang dari Desa hidup dan berkuliah di Ibukota. Ada Culture Shock pada diriku. Aku tidak pernah kenal dengan kehidupan di Jakarta. Pernah suatu kali saudara dari kakak iparku mengajakku bermain. Aku diajak keliling beberapa tempat seperti tempat kumpul anak Jakarta. Mereka menonton TV bareng, nongkrong di tempat makan, bermain bilyard dan juga permainan lain. Aku hanya mengikuti saja kemana mereka pergi tanpa berkata sepatah katapun. Aku tahu mereka bete terhadap diriku, yang terus menerus diam. aku tidak peduli, aku hanya menunduk malu dan mengikuti kemana mereka pergi. Sampai akhirnya aku di ajak pulang kembali. Sejak saat itu aku tidak pernah di ajak bermain keluar lagi oleh saudara kakak Iparku tersebut. Hehe… masa bodohlah.

Teman-teman kuliahku ternyata baik-baik. Mereka kadang suka bercanda padaku, kalau aku itu anak kampung jembatan  atau dikenal Kamp Z. Itulah panggilanku. Aku tidak peduli dengan panggilanku karena mereka tidak bermaksud menghinaku dan aku juga menerima  saja mereka, memanggil aku seperti itu, seperti aku juga sering memanggil temenku yang lain dengan panggilan tertentu seperti adit jadi didot. Mungkin karena kesederhanaanku. Tapi….ya sudahlah,  aku juga nyaman saja dipanggil seperti itu. Malah jadi lelucon yang lucu bagiku.

Aku kuliah mulai dari tahun 1992. Aku mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan di tempatku kuliah saat tahun kedua,  Ketika seniorku mengajakku untuk masuk di sebuah organisasi, namanya Forum Diskusi Mahasiswa (Fodim). Aku tidak bisa ngomong banyak dan tidak  berani berargumenasi, tapi seniorku memberi semangat sampai akhirnya akupun masuk organisasi tersebut. Ternyata benar, disinilah aku menemukan kehidupanku dan jati diriku. Aku menemukan banyak teman senasib yang datang dari kampung yang tidak dapat membayar Kos-kosan dan tinggal di Sekretariat Organisasi. Kami tidur beralaskan lantai dan makan seadanya dari organisasi. Akupun akhirnya menjadi bagian dari keluarga besar Gedung G (istilah yang disematkan untuk mahasiswa yang menginap di Sekretariat organiasi yang bertempat di Gedung G). Bersambung

Comments

Post a Comment