PERJALANAN KE WILAYAH EROPA TIMUR


Negara-negara di Eropa timur merupakan negara-negara yang pernah dikuasai oleh Uni soviet sejak perang Dunia Ke 2 bergulir. Wilayahnya sangat indah, dengan  ciri khas bangunan negara Eropa bisa. Bangunan-bangunan kunonya masih banyak  dan masih tertata dengan rapi. Tidak seperti di Wilayah Eropa barat banyak yang sudah bercampur dengan ras bangsa yang lain terutama dari Timur Tengah dan China. Penduduknya mayoritas berkulit putih bukan kulit berwarna. Alamnya juga masih banyak yang asri, sangat Indah.

            Kami berkunjung ke Eropa timur dalam rangka melanjutkan Kerjasama sister city yang sudah dirintis oleh pemerintah daerah kota Bogor dengan Godollo kabupaten Pest, Hunggaria. Kami berkunjung ke sana dalam rangka melaksanakan program Kerjasama di bidang Pendidikan dan budaya. Kami berkunjung ke sebuah kota kecil yang Bernama Godollo yang berbatasan langsung dengan Budapest. Di Gododllo kami berkunjung ke sebuah  sekolah yang menjadi partner school kami yaitu sekolah Hajos Alfred Altalanos Iskola yang terletak di Godollo

            Pemerintahnya sangat baik, Wali Kota Goddollo yang bernama Gomesy Gyorgi memperlakukan kami sebagai duta bangsa. Kami diantarkan ke beberapa situs budaya dan tempat bersejarah di Hunggaria. Kami juga berkunjung ke sebuah tempat dimana terdapat sebuah gong perdamaian yang besar yang  merupakan sumbangan dari pemerintah Indonesia. Kami diminta memukul gong tersebut secara bergantian, sebagai tanda kunjungan persahabatan.

            Sekolah yang kami kunjungi sangatlah bersahabat. Mereka sangat friendly, dan memberikan hospitality yang sangat baik kepada anak-anak kami. Sehingga kami berasa seperti di rumah sendiri. Kepala sekolah juga sangat friendly. Beliau mengantar kami berkunjung ke beberapa situs budaya terutama ke sebuah sungai besar yang membelah wilayah Budapest menjadi 2 wilayah. Keduanya berkembang dengan sangat maju. Wilayah yang satu berada di wilayah bagian Timur bernama Buda yang merupakan wilayah budaya dan peninggalan leluhur bangsanya. sedangkan yang lainnya berada di sebelah barat yang bernama pest merupakan wilayah bisnis negara Hunggaria

            Pembelajaran di sekolah mitra juga sangat baik. Metode yang digunakan cukup variative. Kita perlu mengadopsi pendekatan guru terhadap muridnya yang lebih menekankan pada pendekatan individual dan mengkombinasikan dengan pendekatan classical.  Mereka sangat disiplin, mampu menghargai tamu dengan baik, melayani kami dengan senang hati dan sepenuh hati. Antusias terhadap budaya kami Ketika menyaksikan perhelatan budaya kami. Mereka bertanya banyak hal tentang budaya yang kami bawa dan kami tampilkan.

            Ada sebuah situs yang sangat menarik perhatian dan sangat besar di Budapest yaitu sebuah gerbang yang sangat besar dengan tiang-tiang besar dan tinggi menjulang membentuk sebuah ornament yang apik yang melingkar setengah lingkaran. Di atasnya  terdapat beberapa patung kuda lengkap dengan penunggangnya. Berdasarkan informasi, penunggang kuda tersebut adalah tokoh-tokoh besar yang mendirikan negara Hunggaria.

            Perawakan masarakat Hunggaria hampir sama dengan masyarakat Indonesia. Mereka tidak terlalu tinggi dengan paras yang manis dan ayu. Menarik untuk dilihat. Karakteristik mereka tidak seperti orang Eropa kebanyakan bahkan lebih mirip orang Asia, terbuka dan menyenangkan. Dari sejak awal bertemu sudah memberikan image yang sangat hangat. Mereka memperlakukan kami seperti itu karena kami juga katanya bersikap seperti itu kepada mereka. Sehingga mereka merasa ketemu saudara jauh dari Indonesia. Entahlah…padahal kami berpikir bersikap normal saja. Mungkin bagi mereka normalnya kami justru baik menurut mereka.

            Setelah 5 hari berkolaborasi dengan mereka di sekolah, kami akhirnya berpamitan untuk melanjutkan ke beberapa tempat lain. Kami pamit kepada semua yang berbaris di pinggir lapangan. Mereka melepas kami dengan pelukan hangat.  Satu persatu kami dipeluk dan dilepas dengan tangisan. Sungguh mengharukan. Dengan berat hati akhirnya kamipun meniinggalkan mereka. Ada satu  orang guru senior yang cukup tua, dia memelukku dengan sangat erat seperti tidak mau melepaskan. Dia menangis haru dan berharap kamiberkunjung Kembali ke sekolah mereka. Entah kapan ???


REPUBLIKA.CO.ID,GODOLLO -- Delapan delegasi cilik dari SMP Negeri 1 Bogor, Jawa Barat menampilkan seni dan budaya Indonesia di hadapan para guru serta siswa siswi Hajos Alfred Altalanos Iskola di Godollo, Hungaria.

hari jumat sampai minggu kami habiskan waktu di Hunggaria sampai ke Vienna. Kami mengunjungi beberapa situs menarik di sana. Salah satu tempat yang sangat menarik menurut kami adalah sebuah tempat yang ada di negara Wina yaitu di  kota Vienna. Di sana kami mengunjungi sebuah gereja tua yang sangat besar dengan struktur bangunan yang sangat unik dan tua. Jadi teringat dengan film-film horror drakula, begitulah suasana yang kami rasakan. Lautan manusia memenuhi daerah pelatarannya. Sangat tradisional eropa. Ada yang berphoto preweding, ada yang ber swa photo seperti yang kami lakukan ada yang makan di restoran yang bertebaran di sekitar tempat itu dan banyak pula masyarakat yang menggunaan pakaian tradisional eropa dulu. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menarik.

            Kami makan di salah satu restoran di sana. Cukup lama kami menacri restoran itu, maklum kami ke sana tidak menggunakan tour guide, kami hanya meraba-raba saja keberadaan tempat tersebut. Kami cari restoran tersebut dengan bertanya ke setiap resoran. Ternyata tidak ketemu. Sampai kami merasa putus asa, the last minute akhirnya ketemu ternyata restorant itu terletak di pojokan Gedung yang agak tertutup sehingga sulit di cari. Hamper satu jam kami mencari restoran tersebut. Akhirnya kamipun makan dengan lahapnya karena merasa lapar.

            Ada sebuah kejadian yang cukup menegangkan saat kami mau meniinggalkan hunggaria yaitu saat kami berkunjung ke sebuah museum besar. Sebuah istana yang kemudian dijadikan museum. Kami titipkan tas kami di tempat penitipan karena tidak boleh membawa photo dan lain lain. Akhirnya kutitipkan tasku di sana. Kami asyik berkeliling istana yang sanggat besar dan megah. Cape rasanya tapi terbayarkan demi menyaksikan keindahan interior bangunan yang serba klasik dan menonjolkan beberapa lukisan dinding tua.

            Asyik berkeliling kemudian kami keluar Gedung, beberapa siswa sudah ambil barang mereka kemudian kamipun berpoto bersama dan naik kuda. Kuda di sana besar-besar ukurannya, disewakan kepada pengunjung untuk berkeliling istana. Sampai akhirnya kami Kembali naik bis untuk melanjutkan perjalanan. Sampai ke wilayah Jerman aku teringat dengan sesuatu yaitu tas backpack saya tertinggal di museum. Betapa kaget nya saya karena isinya adalah semua paspor anak. Saya pun memutuskan turun, dan bergegas Kembali untuk mengambil tas tersebut. Saya bawa seorang siswa yang jago berbahasa inggris untuk menemani saya. Untuk jaga-jaga kalau harus berkomunikasi dengan orang asing yang saya gak terlalu lancer berkomunikasi. Akhirnya saya berlari ke statsiun kereta langsung menuju ke ….. syukur alhamdulillah masih ada kereta yang menuju ke Hunggaria. Sayapun masuk Bersama siswa saya. Di dalam sebuah gerbong, seorang Wanita muda dengan anaknya yang habis berkunjung kerumah neneknya.

            Kamipun mengobrol dengan Wanita itu, dan saya ceritakan kesulitan saya mengenai tas tersebut. Akhirnya dia menawarkan untuk turun di sebuah stasiun Bersama dia dan langsung naik mobil dia untuk menuju ke museum tersebut karena hari sudah sore hawatir museum itu tutup. Kami sangat berterima kasih kepada Wanita itu karena tanpa Wanita itu mungkin kita gak bisa mengejar waktu. Dia membawa mobilnya seperti kesetanan, ngebut sekencang kencangnya sampai akhirnya jam 4 kurang 15 menit kami sampai di pintu museum. Museum itu bersiap untuk tutup. Beruntung sekali pikirku. Aku sampai ke situ pada waktu yang tepat.

            Tanpa basa basi sayapun turun dari mobil langsung berlari menuju ke tempat penitipan. Kulihat hanya ada beberapa orang saja yang mau pulang setelah berkunjung ke museum tersebut. Alhamdulillah hamper aja terlambat. Selamat sudah. Gumamku. Barulah aku kepikiran Wanita muda yang menggantarkan aku. Aku berlari  ke gerbang untuk melihat apakah Wanita itu masih ada atau tidak. Ternyata sudah tidak ada, padahal aku belum mengucapkan terimakasih. “Terima kasih mam…” gumamku,  aku sendiri tidak tahu namanya, karena tidak sempat bertanya namanya.

            Sayapun Kembali naik kereta menuju ke jerman timur dan turun dari kereta langsung naik taksi ke sebuah hotel di pinggiran jerman timur. Anak-anak semua sudah beristirahat di sana. Rekan guruku yang menemani rombonganku masih terjaga menunggu aku di gerbang hotel. Betapa senangnya dia Ketika melihat aku. Dia guru Bahasa Inggris. Sengaja kutugaskan dia untuk menemani anak anak menuju hotel tersebut. Karena tidak mungkin saya harus mengambil tas tersebut dengan dia. Kalau dia ikut siapa yang menemani anak-anak pikirku. Sebuah pengalaman yang sangat menegangkan. Semogatidak terulang.

            Setelah menginap satu malam di hotel tersebut, esoknya kami melanjutkan perjalanan ke sebuah air terjun besar yang sangat indah.  Tempatnya ada di pinggiran Switzerland. Sebuah air terjun yang sangat besar. Indah sekali banyak pengunjung yang asyik menyaksikan air terjun tersebut yang nggak terlalu tinggi tapi sangat besar. Di sekitarnya terdapat beberapa store yang menjual berbagai pernak-pernik mengenai negara Switzerland tapi cukup mahal harganya. Paling murah mungkin sekitar 50 ribuan. Aku hanya membeli 2 buah souvenir yang harganya seratus ribuan yaitu satu buah korek api yang unik menurutku dan sebuah gantungan kunci yang sangat bagus.

Perjalanan kami lanjutkan ke wilayah Switzerland yang terkenal yaitu berkunjung ke sebuah pegunungan yang di atas nya terdapat salju abadi, walaupun musim semi salju tersebut tidak mencair. Rombongan kami naik ke puncak dengan mengendarai sebuah kereta gantung. Sampai menuju puncak. Di atas bukit kami langsung bermain salju. Saling lempar membuat boneka salju dan berpoto tentunya. Namun kami tidak kuat berlama di luar karena cuacanya begitu dingin. Akhirnya waktu kami habiskan di sebuh restoran dengan menyantap makanan yang dihidangkan disana. "hmmmm lezaaattnya bebek bakar disana."

Puas bermain salju kamipun Kembali turun menuju pelataran parkir. Disana banyak sekali toko yang menjual berbagai souvenir. Ada beberapa barang yang kami beli sebagai oleh-oleh, yang tidak kami temukan di tempat lain sampai akhirnya kami kembali ke bis. Dari sana kami langsung melanjutkan ke wilayah Eropa Barat.  

penulis 

Asep saepudn, S.Pd

Guru SMP Negeri kota Bogor


Comments