SELAMAT MENJEMPUT MASA DEPAN BARU SAHABAT

 

Pagi itu, cuaca begitu bersahabat, Mentari memunculkan wajahnya yang bersinar menerangi seluruh alam semesta ini. Pohon-pohon yang tertanam rapi di tepian halaman villa, tanaman hias yang berjajar rapi  mengelilingi pembatas jalan. Rumput hijau yang menjalar di seluruh bagian lapangan. Semua sangat indah di pandang mata. Ya…pagi itu begitu indah, seperti menyambut kedatangan kami yang datang dari kota.

Kami datang ke Villa Alamanda untuk mengikuti kegiatan  workshop kurikulum merdeka. Berbagai persiapan sudah kami lakukan seperti: membaca sedikit gambaran tentang kurikulum merdeka, mencermati Capaian Pembelajaran seperti yang tercantum dalam BESKAP no 8 tahun 2022, mencermati format penilaian berdasarkan kurikulum merdeka dan tidak lupa kami juga membawa laptop dan HP yang akan kami gunakan untuk bekerja.

Hari pertama diawali dengan pembukaan, kemudian  menampilkan keynote speaker yang seharusnya dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, namun karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan maka  diwakilkan kepada Kepala Bidang Kurikulum. Beliau menyampaikan banyak hal terutama berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam hal penyelenggaraan Pendidikan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembicara pertama yaitu bapak Joseph Berliana. Beliau juga merupakan Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kota Bogor. Pembawaannya yang energik dan penyampaian materi yang begitu lugas dan jelas. Membuat kami sedikit memperoleh gambaran tentang kurikulum tersebut.

Pembicara kedua yaitu pengawas SMP Negeri 1 kota Bogor yang Bernama bapak Hilman. Beliau menyampaiakn materi secara marathon dengan  dengan pembicara ketiga yaitu bapak Roni. Masing-masing pembicara ini memilliki kelebihan masing-masing. Bapak Hilman dengan karakter yang lembut namun berwibawa, sedangkan bapak Roni dengan kecerdasan dan wawasannya yang luas membuat kami terpesona.

Kami mengikuti pemberian materi sampai sore hari dengan hidmat dan juga aktif. Berbagai pertanyaabn kami lontarkan kepada pembicara. Begitupun dengan presentasi dan simulasi kamil lakukan. Sampai pukul 17.00 wib. Akhirnya kami istirahat sejenak. Mandi dan makan malam. Makanannya lumayan enak. Ada ikan pesmol, ayam bakar, ikan bakar dan sebagainya. Kami makan dengan lahapnya karena cape seharian bekerja mendengarkan dan mengkaji Kurikulum Merdeka tersebut.

Setelah salat magrib dan salat isya, panitia kemudian meminta kami untuk berkumpul di ruang tengah. Kami diminta untuk membawa kado yang sudah diinfokan sebelumnya dengan harga di atas Rp 10.000,-. Kado tersebut disimpan ditengah-tengah kami. Kami duduk melingkar dan melihat tumpukan kado dengan berbagai ukuran dan bentuk dan dibungkus dengan koran.

Acara tukar kado dimulai dengan menyalakan music. lalu kami mengoper sebagian kado yang sudah disipakan. Berputar terus sampai music berhenti. Bang siapa yang sedang memegang kado saat music berhenti, maka kado itu menjadi miliknya. Kami yang sudah memegang kado kemudian keluar barisan. Cara seperti itu kami lakukan terus, sampai akhirnya kadopun habis.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan special event untuk rekan kami 3 R (singkatan dari rahmat , Riksa, Rini). Tiga orang rekan di smp negeri 1 bogor yang harus mengundurkan diri karena diterima program P3K di sekolah lain. Kami sangat bersedih karena ketiganya merupakan guru honorer yang sangat bagus dan sangat dibutuhkan di sekolah kami. Namun apalah daya mereka di terima di sekolah lain. Sehingga terpaksa harus keluar dari SMP Negeri 1 Bogor.

Kebersamaan kami sudah berlangsung belasan tahun. Paling lama Bu Riksa yang sudah mengajar selama 14 tahun kemudian disusul pak Rahmat yang sudah mengajar selama 12 tahun dan bu Rini yang sudah bergabung selama 6 tahun.

Selama mereka bergabung di SMP Negeri 1 kota bogor, tidak ada masalah yang kami rasakan dengan mereka. Mereka baik dan bahkan sangat berkualitas dan berjasa bagi SMP Negeri 1 Kota Bogor. Oleh karena itu kepergian mereka sungguh sangat kami sayangkan. Namun apalah daya, mereka juga membutuhkan masa depan yang baik. Mereka terpaksa harus ambil kesempatan itu demi karir mereka ke depan.

Satu persatu diantara mereka bertiga berpidato. Bu Rini yang merupakan guru yang paling tua awalnya yang mewakili ketiganya namun beliau tidak terlalu kuat untuk berpisah sehingga harus menangis. Lalu dilanjutkan dengan pak Rahmat yang berpidato dengan gayanya yang jenaka penuh dengan cand atawa. Ditengah keceriaannya dalam berpidato, kami melihat ada kesedihan di hatinya dan itu diakuinya sendiri.

Terakhir bu Riksa. Dia guru yang paling muda namun dia justru yang paling tegar. Berpidato penuh dengan kebijaksanaan. Bertitip pesan tentang muridnya. Bercerita pengalaman indah dengan teman-teman di sekolah. Dan juga mengucapkan terimakasih karena selama di SMP Negeri 1 bogor , beliau banyak memperoleh ilmu dan pengalaman yang berharga.

Pihak SMP Negeri 1 Bogor yang diwakili oleh Bu Enggin selaku guru Bahasa Indonesia mengucapkan kata perpisahan dengan membaca sebuah puisi. Inti dari puisi itu adalah tentang perpisahan yang pedih tapi harus dilakukan demi meraih kesuksesan di masa depan.

Tiba-tiba suara music di sound system menggelegar dan lampu di buat remang remang. Tanda pesta dimulai. Kami berjingkrak dan bersalaman secara bergiliran satu persatu. Yang dilanjutkan dengan karaoke Bersama. Selamat berpisah sahabta semoga kelak kamu memperoleh masa depan kamu di tempat baru.

Comments