STAY HEALTHY MY FRIEND
Satu tahun sudah aku menderita penyakit
strook. Prustasi rasanya karena berbagai pengobatan sudah aku lakukan tapi tak ada
yang benar-benar manjur terhadapku. Mungkin aku termasuk orang yang ga begitu
sabaran dalam berobat. Aku seringkali minum berbagai macam obat yang diresepkan
kepadaku. Setiap kali ada temen yang menganjurkanku untuk minum suatu ramuan
aku pasti langsung coba dengan harapan ada perbaikan. Hasilnya sampai sekarang
belum juga ada perbaikan malah mengalami sedikit penurunan kondisi. Mungkin memang
harus sabar, semua adalah cobaan dari Tuhan yang menegur aku karena terlalu
banyak dosa yang aku lakukan. Insyaallah aku terima semua ini dengan rasa
ikhlas dan tawakal.
Melalui tulisan ini aku ingin bercerita
mengenai kisahku, Ketika pertama kali terkena penyakit ini. Hal ini sebagai
peringatan buat kita semua agar tidak terkena penyakit yang sama. Dulu aku
penggemar masakan enak. Aku sering banget makan makanan yang bersantan, makanan berlemak dan jenis makanan lainnya. Aku merasa masih muda
sehingga tidak ada pantrangan rasanya bagiku untuk segala jenis makanan
tersebut.
Waktu itu, hari jumat, seperti biasa aku masak
makanan untuk kegiatan jumat berkah. Aku masak makanan bersantan untuk aku
bagikan ke masyarakat sekitar, Panti asuhan dan masyarakat di jalanan. Aku menawarkan
kepada orang tua siswa yang mau ikutan dalam program jumat berkah. Ternyata banyak
juga orang tua yang turut serta. Ada yang nyumbang 3 porsi makanan sampai 30
porsi makanan. Semua aku layani.
Waktu itu tidak ada kecurigaan pada
diriku, karena perasaan semua berjalan seperti biasa, hanya saja kulihat mataku
berubah menjadi agak merah, entah kenapa. Tapi aku gak berpikir buruk dan gak
memeriksakan Kesehatanku. Lumayan banyak aku masak pada waktu itu mungkin
sekitar 120 an bungkus. Karena orang tua yang berdonasinya lumayan banyak. Aku hanya
berpikir, mungkin kelelahan.
Selepas Ashar, aku berputar ke jalan
mencari masyarakat yang tidak beruntung. Aku memang selektif untuk memilih
orang yang akan aku kasih nasi kotak. Aku benar-benar mencari masyarakat yang
membutuhkan. Untuk mereka yang masih punya pekerjaan aku gak kasih. Tapi yang
gelandangan, pemulung , orang gila itulah yang aku kasih. Kalau bukan kita yang
memperhatikan mereka siapa lagi. Sampai menjelang magrib baru selesai.
Aku beristirahat sejenak terus mandi untuk
pergi ke masjid melaksanakan solat maghrib. Setelah maghrib, aktifitas rutin aku
lanjutkan seperti mengaji, bercengkarama dengan keluarga dan main internet. Kemudian
sholat Isya, dan setelah Isya aku sempatkan buka laptop untuk mengerjakan
segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan sampai sekitar jam 10.00.
Pada jam 10.00 aku berhenti dan bersiap
untuk cuci tangan, sikat gigi, dan bersiap untuk todur. Setelah baca do”a aku
pun mulai terlelap dalam keheningan malam. Namun tiba-tiba aku terbangun
kulihat jam menunjukan pukul 10.30. Berarti baru sekitar 15 menit aku tertidur.
Tiba -tiba kurasakan tanganku kesemutan, aku gibas-gibaskan tanganku. Bukannya menghilang
rasa kesemutan malah terus menjalar ke kepala sebelah kiri terus ke dada terus
ke kaki sampai kemudian lemas tak berdaya. Napasku tersengal-sengal. Masyaallah,
ada apa dengan diriku, gumamku
Aku membangunkan istriku yang tertidur di sampingku, dengan
agak tergesa
“ bu..ibu..bangun
bu, ini ayah kenapa bu, lemas banget, terus jantung berdebar, anggota badan sebelah
kiri kesemutan?”kataku
“ Ayah
buruan atuh ke dokter!” kata istriku
“ya udah atuh, bangunin si Aa!” Kataku
Istriku langsung lari ke kamar sebelah membangunan anakku
yang pertama.
“A.. bangun
..A, si ayah bawa ke dokter, gak tahu kenapa tuh?” kata istriku
“Ayah kenapa
bu?” tanya anakku
“ gak tahu,
Aa bawa aja ke dokter gih, cepetan!” kata istriku
Sambil bingung anakku langsung cari mantel dan langsung memakainya dan
menuju ke kamarku dan memapahku untuk berjalan. Untungnya aku masih mampu
berjalan walaupun secara pelahan. Lalu di bawanya aku ke klinik 24 jam dekat
rumah.
Di klinik 24
jam, aku bertemu dokter dan ditanya beberapa hal. Dokter langsung menyarankan
aku untuk di bawa ke Rumah Sakit. Karena aku mengalami serangan strook. Akhirnya
anakku langsung membawa aku ke RS Ummi. Disana aku langsung ditangani perawat
yang dengan cekatan memasangkan cairan infusan, dan melakukan berbagai
pemeriksaan.
Aku tidak
bisa langsung di bawa ke ruang perawatan karena aku harus melalui proses
pemeriksaan swab PCR dulu, maklum masa pandemic. 2 hari aku nunggu di kamar
gawat Darurat. Berbagai handai taulant datang menjengukku. Rasanya bagaikan
obat bagiku di datangi berbagai handai taulan. Mereka terus menyemangatiku
untuk sembuh.
Sampai akhirnya tes swab PCR menyatakan
aku bebas dari Covid. Barulah aku dipindahkan ke ruang perawatan. Istriku yang
giliran menungguku begitu senang, awalnya dia menungguku hanya sampai waktu maghrib,
begitu mendengar tesku bebas Covid, dia langsung memutuskan untuk menungguku
sampai dipindahkan. Ternyata aku tidak langsung dipindahkan. Jam 12 malam
barulah aku dipindahkan sehingga istriku ikut menginap malam itu.
Di ruang
perawatan aku di rawat selama 5 hari. Dalam 5 hari itu ada keyakinanku untuk
sembuh, karena tiga hari di rawat berbagai perbaikan sudah terlihat pada
kondisiku sampai akhirnya aku diputuskan untuk pulang oleh dokter. Betapa senangnya
aku. Berbagai persiapanpun dilakukan untuk kepulanganku.
Hari ke-4 suatu kejadian muncul padaku
yang membuatku merasa gelisah yang teramat sangat. Rupanya kesenangan itu ga
berlangsung lama. Karena mendadak kondisiku drop lagi. Aku merasakan demam yang
sanggat luar biasa dan tidak tertahankan. Sampai aku terjatuh pingsan 2 kali. Aku
disuntikan obat penurun panas cairan Panadol sebanyak 2 bungkus. Setiap kali
habis pengaruh cairan itu maka rasa demam Kembali muncul.
Aku prustasi
dengan kondisiku itu, sempat dalam benakku muncul pikiran, mungkin ini waktunya
bagiku untuk pulang selamanya. Karena demam yang teramat sangat. Sampai akhirnya
dokter Kembali memeriksaku. Dokterpun bingung, kenapa aku mendadak terkena
demam, padahal 2 hari kemarin baik-baik saja dia kemudian memeriksaku dengan
seksama. Akhirnya dokter itupun menemukan penyebabnya yaitu infusanku masuk
bukan ke dalam aliran darah, tapi
menyebar ke jaringan di bawah kulit. Itulah yang menyebabkan demamku. Tangankupun
terlihat memerah. Akhirnya dicabutlah infusan tersebut dan dipindahkan ke
tangan berbeda.
Sejak saat
itu, rasa demam yang teramat sangat tidak menyerangku Kembali, Alhamdulillah. Semangat
hidupku muncul Kembali. Aku berpikir harus sehat. Dan ke esokan harinya dokter
memeriksaku dan membolehkan aku untuk pulang. Bahagianya hatiku. Sore haripun
aku pulang dengan rasa senang. Serasa keluar dari ruang sempit yang menghimpit.
Rasa kesemutan akupun hanya tertinggal di tangan dan kaki saja. Akupun akhirnya berobat jalan sejak saat itu.
Kini satu
tahun sudah terlewati, rasa kesemutan di tangan dan di kaki tidak menghilang
bahkan sekarang rasanya seperti melebar lagi, dokter hanya bilang sabar dan
ikuti saja petunjuk. Padahal berbagai makan sudah coba aku pantrangi. Sampai akhirnya
aku malas berobat ke dokter lagi lalu beralih ke pengobatan tradisional.
Kini sudah 2
bulan aku jalani pengobatan tradisional, tapi aku gak merasakan adanya
perkembangan yang berarti. Bahkan sekarang sepertinya semakin memburuk. Mohon maaf,
pada bagian payudara seperti sakit dan munculan benjolan yang semakin hari
semakin membesar. Aku takut kalau itu kanker. Tapi kuperiksa ke dokter mereka
selalu bilang itu bukan kanker. Tapi payudaraku malah semakin membesar. Malu rasanya. Dadaku tumbuh seperti
perempuan dan hanya sebelah. Ya Allah entah cobaan apalagi yang harus saya
rasakan ini. Aku hanya bisa pasrah padamu yang maha memiliki segalanya.
Kini aku
datang ke pengobatan tradisional untuk yang ketiga kalinya, aku mau konsultasikan
perkembangan pengobatanku secara jujur kepada dokter yang merawatku. Supaya mendapatkan
treatmen yang lebih baik. Mohon doanya yah teman-temanku, semoga aku cepat
terbebas dari penyakit ini dan hidup normal seperti yang lainnya.
Stay healthy my friend.
Sakit itu ternyata mahal. Entah berapa puluh juta uang yang sudah aku keluarkan
untuk kesembuahanku. Kita harus bayar itu dengan harga yang pantas dan
kesabaran yang tinggi. Semoga rekan semua tidak terkena apa yang aku rasakan
saat ini.

Semangat semoga lekas sembuh....pa asep ini yang sakit pa asep ?
ReplyDeleteIyah pak makasih atas dukungannya yah pak
ReplyDeleteBismillah... Yakin sehat. Semangaat💪💪
ReplyDeleteLekas sembuh pak.. Smangat menulis
ReplyDeleteSemoga segera pulih
ReplyDeleteSemangat Pak Asep.. tetap bersabar dan ikhtiar👍🏻
ReplyDeletetemen temen makasih atas dukungannya, kalau semangat gak usah ditanya, saya akan selalu semangat selama nyawa masih ada dalam raga
ReplyDelete